Wednesday, August 31, 2011

30 Juni 2011

30 Juni 2011. Pkl 02:59:31
SMS itu. Ingatkah?
Dari pesan singkat itulah yang membawa kita bertemu.
Dari pesan singkat itu aku tersadar akan bertemu dengan orang baru yang passtinya akan memberiku sebuah kenangan nantinya.
Lagi-lagi dari pesan singkat itu tiba-tiba aku merasa luar biasa.

Masih di tanggal yang sama. 30 Juni 2011. Tempat dirahasiakan :p
Kita bertemu.
Kita masih canggung. Aku ingat sekali hari itu.
Kita masih malu-malu. Aku rekam memori itu.
Dan yang selalu aku lakukan saat bertemu orang baru adalah aku mengamati wajah kalian satu persatu. Kuingat ekspresi kalian.
Hei, di tanggal itu kita semua berkenalan. Oh masih polos semuanya. Seolah mau memberikan first impression yang baik. Hehehe

Setelah tanggal 30 Juni 2011.
Kita semakin sering bertemu dan berkumpul. Dari situ kita semakin mengenal dan mengerti satu sama lain. Semakin merasa kalian adalah benar-benar anugerah terindah yang diberikan Tuhan. Semakin bersyukur bisa mengenal kalian.
Hampir setiap hari ya kita bertemu. Ada aja yg diobrolin. Susah seneng bareng. Kalian mengajarkan arti kebersamaan dan arti saling memiliki. Senyum, tangis, marah, tawa semuanya bareng-bareng. Tapi kalian nggak pernah ngeluh bosen malah kangen. Baru sehari nggak ketemu udah bilang kangen. Padahal kita baru kenal beberapa bulan tapi seolah ikatan yg ada sama kita itu udah lama banget. Kalian kalo dibilang kelauarga ya keluarga banget, sodara ya sodara banget. Kalo bilang kalian itu Cuma temen ato sahabat kayaknya enggak deh ya.


Pokoknya kalian itu SESUATU bangeet lah.
Alhamdulillah yah Tuhan mempertemukan kita.
Emang bener-bener right people in the right time and in the right place deh.

Monday, August 29, 2011

CUKUP

Masih ingatkah kau dengan 8bulan yang lalu?
Masih ingatkah kau bagaimana awal kita bertemu?
Masih ingatkah kau dengan janjimu?
Masih ingatkah kau tentang aku?
Tak perlu kau jawab rentetan pertanyaan itu karena aku pun tak yakin bahwa jawabanmu akan sama seperti dengan apa yang kuharapkan. Biarkan pertanyaan itu tetap menjadi sebuah misteri untukku. Aku sudah terbiasa dengan hal ini, menerka-nerka setiap pertanyaan yang muncul dari pikiranku. Jujur aku lelah untuk menebak-nebak apa yang akan terjadi nanti. Tapi tetap kunikmati semua ini sampai akhirnya aku lelah sendiri.
Kamu tahu sudah berapa banyak air mata ini menetes untukmu? Air mata kerinduan, air mata kekecewaan, air mata bahagia. Entah model air mata bagaimana lagi yang menetes untukmu. Kamu tanpa sadar telah membuatku seperti ini. Dimana kamu saat aku seperti ini? Bertanggung jawabkah kamu atas semua ini? Tuhan, kuatkan aku.
Bila ada air mata tentu pernah ada senyum yang menghiasi. Entah itu senyum kebahagiaan, kekecewaan, ataupun senyum kegetiran. Jelasnya senyum itu perniah menghias untukmu. Senyum ini yang selalu membuatku berpikir bahwa kamu tak hanya memberi air mata tapi juga senyuman. Tuhan selalu tahu apa arti senyumanku ini tanpa kamu harus bertanya-tanya. Jangankan waktu aku tersenyum, waktu aku menangispun kamu tak tahu. Baiklah aku tidak akan mengungkit ini karena kita bukan siapa-siapa yg entah nantinya mau jadi apa.
Cukup aku seperti ini. Cukup aku menunggumu sampai saat ini. Cukup rasa ini untukmu. Kita berjalan masing-masing tanpa mengusik satu sama lain. Cukup ruang ini untukmu tak mau kubiarkan ruang ini sesak olehmu. Sebelum jauh akan kuhentikan. Aku belajar untuk membuka hati pada orang lain dan cukup untukmu bila terus seperti ini. Kalau kau bilang aku lelah menunggu, iya aku lelah menunggu tanpa kepastian. Lelah menebak-nebak apa yang terjadi. Cukuplah jangan ditambah lagi.
Tuhan ini doaku untuknya: mudahkan dan lancarkan setiap langkahnya. Lindungi dia selalu. Pertemukan dia dengan jodohnya. Aku yakin KAU selalu memberikan yang terbaik untuk umatMu bukan? Aku percaya itu. Kabulkan doa ini Tuhan.

Honestly, I LOVE YOU

Tuesday, August 9, 2011

sendiri aku tak bisa seimbang

manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. makhluk yang nggak mungkin hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. 
begitu pula aku yang juga butuh orang lain. tapi itu pun tak mudah untuk bertemu dengan orang-orang yang ikhlas membantu kita dan yang menerima kita apa adanya. aku sadar itu tak mudah tapi aku tak pernah menyerah karna aku yakin akan dipertemukan dengan orang-orang yang ikhlas padaku. 

Tuhan tidak pernah tidur. Tuhan selalu mendengar doa umatNya. dan perlahan doa itu pun terjawab. pelan-pelan aku dipertemukan dengan orang-orang hebat yang selalu ada untukku dalam suka dan duka. mereka yang tanpa pamrih selalu ada untukku. mereka yang selalu membuatku sadar bahwa betapa pentingnya mereka.

aku selalu menyebut mereka orang-orang hebat. karna tanpa mereka aku tak bisa maksimal. sendiri aku tak bisa seimbang. karna kalian adalah penyanggaku yang selalu menopang aku di saat aku jatuh. penyemangatku di saat aku lemah. pengingatku di saat aku mulai lupa. kalian segalanya.



SENDIRI AKU TAK BISA SEIMBANG.
P.S: teruntuk seluruh saudara-saudaraku :*