Akhirnya siang selepas dzuhur saya memutuskan untuk keluar dr kos. Iya selama di ponorogo ini saya mengalami hidup sebagai anak kos. Ini demi kelancaran sebuah karya agung saya yg lebih familiar disebut skripsi.
Tujuan utama saya keluar siang ini adalah untuk mengisi perut yg dari pagi belum terisi oleh nasi. Karena cuaca yg sangat terik dan saya tak kunjung menemukan warung yg pas dengan saya akhirnya saya berhenti di salah satu warung es teler di dekat alun alun.
Awalnya tak ada yg menarik di warung itu selain esnya yg saya anggap lucu. Es teler dengan sedikit sentuhan kacang telur. Mendadak es yg saya bayangkan kesegarannya berubah menjadi gurih. Ya karna es teler itu saya bisa senyum senyum sendiri di warung.
Sampai pada akhirnya ada dua orang anak kecil salah satu masih TK dan satu lagi seorang siswa sd mungkin kelas 2. Keduanya adalah anak pemilik warung itu. Awalnya saya fokus memperhatikan si kecil yg masih TK, dia asik sekali memainkan apapun di sekelilingnya. Tingkahnya sangat khas anak kecil. Oh ya kedua anak kecil tersebut adalah lak laki. Masih asik memperhatikan si TK itu sambil sesekali menyeruput es yg gurih di depanku, lalu tiba-tiba dikagetkan dengan si besar yg sudah SD mengobrol dg ayahnya di depan warung. Seketika si SD mengeluarkan beberapa lembar kertas yg sangat khas. Yap, lembar kertas ujian. Dan dia menunjukkan pada ayahnya hasil ujiannya. Ini yg sangat saya salut dr si SD, tak satupun hasil ujiannya dia sembunyikan walaupun hasilnya kurang memuaskan. Hingga akhirnya terjadi percakapan singkat diantara keduanya.
An: segitu nggak apa toh?
Ay: iyo nggak opo-opo le. (Iya nggak apa apa nak)
An: temenan toh pak? (Beneran pak?) *dengan tatapan penuh maaf*
Ay: *mengangguk pelan*
Jelas dari tatapan ayahnya memperlihatkan sedikit gurat kecewa tp tak beliau tunjukkan pada anaknya. Entah karena masih berada di warung atau karena beliau menghargai sikap anaknya yg telah berani menunjukkan hasil ujiannya.
Saya pikir sih bapaknya sangat menghargai anaknya karena setelah percakapan itu dg bebas membiarkan anaknya bermain sepedanya. Bukan sifat arogan seorang bapak yg seringkali dikeluarkan ketika anak lelakinya membuatnya kesal. Dengan senyumnya beliau melepas anaknya bermain sepeda.
*Saya bangga sama kamu dek. Semoga kamu terus seperti ini dan menjadi lebih baik.
Salamku untukmu yg sebenernya kita tidak pernah saling tahu. :)
Saturday, September 14, 2013
Getting older?
Yap, menurut perhitunganku hari ini tepat 55 hari menjelang umurku yg ke-22. Menurutku dan menurut survey kecil kecilan yg aku lakukan umur 22 sepertinya bukan umur yg dibilang masih remaja ataupun tua. Oke ini adalah fase dewasa. Kalo orang bila dewasa itu pilihan aku kurang setuju sih. Makin hari aku makin berpikir kalo dewasa adalah sebuah pilihan maka akan banyak yg menunda untuk dewasa. Oke kenapa aku bilang banyak yg menunda karna mereka masih terlalu nyaman dengan fase remaja ato bahkan fase kekanakannya. Menurutku dewasa itu tuntutan.
Widiiih sok banget ih aku bilang dewasa adalah tuntutan :D
Jadi gini coba deh dipikir lagi. Kalian semua bakal ngalamin yg namanya bertambah umur. Ehmmm maksudnya waktu di dunia yg semakin berkurang. *sama aja kali-_-*
Nah ketika kalian di umur umur yg seharusnya kalian udah bisa berpikir dewasa tp kalian masih terjebak dalam fase remaja ato kekanak kanakan kalian dan di saat tertentu kalian harus dihadapkan pada sebuah situasi yg memaksa kalian berubah pada fase dewasa. What should you do? Act like child, teen, or old?
Ya aku sadar dan wajar sih, asli enak banget nggak jadi dewasa. Kalian bisa ngapain aja dan nggak repot repot mikir "kalo aku nanti nglakuin ini trus gimana ya? Efeknya apa ya? Aduh ngaruh sama idupku nanti nggak ya?"
Yakin deh kalo masih remaja gitu nggak bakal mikir sejauh itu yg penting seneng aja bawaannya.
Tapi akan berbeda ketika kalian udah seharusnya menjadi dewasa tapi kalian secara diam diam dan sengaja menolak menjadi dewasa. Dan dengan alasan dewasa itu pilihan. Dan ini kalimat yg cukup sering aku denger "ya kan dewasa itu pilihan. Ntar juga ada saatnya kita berubah"
Meeeen nunggu momen sampe kapan buat jadi dewasa.
Lalu kenapa dewasa adalah sebuah tuntutan? Yap karna semakin hari seseorang akan semakin memiliki tanggung jawab. Yap dan makin lama tanggung jawab itu semakin besar. Lalu untuk tanggung jawab yg besar apa mungkin seorang tua dlm fase remaja ato kekanak kanakan bisa memikul dan menyelesaikannya?
"We always getting older not to be younger. Young is your cover and to be old and wise is your content."
Widiiih sok banget ih aku bilang dewasa adalah tuntutan :D
Jadi gini coba deh dipikir lagi. Kalian semua bakal ngalamin yg namanya bertambah umur. Ehmmm maksudnya waktu di dunia yg semakin berkurang. *sama aja kali-_-*
Nah ketika kalian di umur umur yg seharusnya kalian udah bisa berpikir dewasa tp kalian masih terjebak dalam fase remaja ato kekanak kanakan kalian dan di saat tertentu kalian harus dihadapkan pada sebuah situasi yg memaksa kalian berubah pada fase dewasa. What should you do? Act like child, teen, or old?
Ya aku sadar dan wajar sih, asli enak banget nggak jadi dewasa. Kalian bisa ngapain aja dan nggak repot repot mikir "kalo aku nanti nglakuin ini trus gimana ya? Efeknya apa ya? Aduh ngaruh sama idupku nanti nggak ya?"
Yakin deh kalo masih remaja gitu nggak bakal mikir sejauh itu yg penting seneng aja bawaannya.
Tapi akan berbeda ketika kalian udah seharusnya menjadi dewasa tapi kalian secara diam diam dan sengaja menolak menjadi dewasa. Dan dengan alasan dewasa itu pilihan. Dan ini kalimat yg cukup sering aku denger "ya kan dewasa itu pilihan. Ntar juga ada saatnya kita berubah"
Meeeen nunggu momen sampe kapan buat jadi dewasa.
Lalu kenapa dewasa adalah sebuah tuntutan? Yap karna semakin hari seseorang akan semakin memiliki tanggung jawab. Yap dan makin lama tanggung jawab itu semakin besar. Lalu untuk tanggung jawab yg besar apa mungkin seorang tua dlm fase remaja ato kekanak kanakan bisa memikul dan menyelesaikannya?
"We always getting older not to be younger. Young is your cover and to be old and wise is your content."
Tuesday, February 5, 2013
924KM
Sejak hari itu semuanya berubah.
21 Januari 2013
Dan statusku pun diam-diam berubah :D
Diam-diam kita dekat
Diam-diam kita semakin mendekat
Diam-diam rasa kita sama
KITA?
Iya kita
Bersatunya aku dan kamu hingga menjadi kita
Saat itu tiba-tiba kamu memintaku
Aku tersentak kaget dan terdiam sehingga membuatmu menunggu
Dalam diamku aku berdoa dan memohon petunjuk padaNya
Dan kujawab permintaanmu dengan diiringi doa
Dan sejak saat itu kita berjalan pada jalan yang sama, jalan yang sudah berani kau tawarkan untukku
Jalan yang semoga saja yang mendapat RidhoNya
Untukmu yang disana, selamat telah mencuri dan memenangkan hatiku
Kita taruhkan langkah kita di antara 924KM
Dalam 924KM kita yakin
Dari 924KM kita percaya
Karena 924Km kita belajar sabar
☺ ♥
Wednesday, January 30, 2013
Bekerja dengan caraNya
Dalam setiap nafas selalu bersyukur.
Dalam setiap detik kuucap doa.
Tuhan memang selalu bekerja dengan caraNya tanpa pernah kita duga. Seperti bertemunya aku dan kamu.
Dalam doaku sebelumnya bukan namamu yang kusebut. Tapi sekarang namamu yang selalu kusebut.
Aku yakin ini salah satu caraNya menjawab segala doaku. Memang Dia akan memberi yang kita butuh bukan yang kita ingin.
Beruntunglah aku yang telah belajar merelakan selama ini, dan kamu hadir mengisi tempat yang sudah kurelakan.
Kamu hadir bukan tanpa sebab tapi kamu hadir karena ini adalah takdir.
Tuhan selalu tahu apa yang baik untukku.
Aku bersyukur karena hadirmu yang menjadi pelengkapku.
Terima kasih kamu :)
#21012013
Saturday, January 5, 2013
Terima Kasih Tuhan :)
Tuhan terima kasih atas telah memberiku kesempatan menikmati satu tahun ini walaupun aku tahu kesempatanku hidup di dunia semakin berkurang.
Tuhan terima kasih atas satu tahun yang pasti berkesan ini.
Tahun ini Kau ajari aku lebih banyak. Kau pertemukan aku juga dengan banyak orang, banyak kesempataan, banyak pilihan, banyak senyum dan air mata.
Kau jadikan aku semakin matang karena semakin banyak pengalaman dan kesempatan yang kau berikan.
Tuhan terima kasih atas orang-orang di sekelilingku yang telah membuatku sampai di seperti ini.
Terima kasih atas segala yang telah dipercayakan padaku.
Terima kasih atas segala yang telah terjadi padaku.
Tuhan terima kasih atas hadirnya SHAKANTI dalam hidupku. Mereka membuatku mengerti betapa ada orang sebaik mereka yang kau beri untukku. Mereka mengajarkanku arti teman tapi lebih dari sekedar teman. Mereka saudara yang selalu ada. Mereka yang mengajarkanku melihat dunia dari berbagai sisi kehidupan. Entah berapa tetes air mata kuhabiskan bersama mereka dan sudah berapa ribu tawa yang kulalui bersama mereka. Tak peduli orang mau berkata apa tentang kami. Tapi kami tetaplah kami yang berjalan dengan cara kami. Terima kasih Tuhan telah kau pertemukan kami.
Tuhan terima kasih atas kesempatanku mengenal HUMANISTIK. mereka membuatku mengerti bagaimana harus bertindak. Bagaimana aku lebih bisa mengerti perilaku dan wataka banyak orang. Dan dari sini aku belajar tentang profesionalitas dan kekeluargaan, ah kata kata itu :). Terima kasih atas partner-partner terbaikku di 2009. Mereka fleksibel, tahu bagaimana menempatkan diri. Tak perlu lah orang lain tahu tentang kita, cukup kita sendiri kan partners :)
Tuhan terima kasih telah mengizinkanku bersatu dalam D'12. Dari sini aku melihat dunia dari sisi yang beragam. Dari sini aku dapat belajar percaya yang baru kukenal. Mereka yang merobohkan sifat skeptisku. Dari sini keluargaku bertambah. Mereka terbaik tanpa perlu dipuji. Terima kasih atas 09, karena mereka aku tahu hidup tidak bisa sendiri. Mereka yang mengajarkanku saling berbagi dan saling mengerti. Mereka saudara dengan ribuan kisah.
Terima Kasih Tuhan :)
31 Desember 2012. 1:41:30 PM
Wednesday, January 2, 2013
Catatan Kecil Akhir Tahun
Aku pikir akhir ini bisa jadi awal yang baik dan menggembirakan.
Tapi nyatanya itu cuma angan.
Kamu yang selalu ada di setiap hariku yang awalnya kuanggap biasa saja. iya BIASA saja.
Namun ketika hati ini belajar untuk membuka pintunya setelah sekian lama aku tutup dan tak mau membukanya sampai aku benar-benar siap, kehadiranmu jadi tak biasa. Dan itu KAMU!!!
Kubuka pelan pintu itu kubiarkan kamu masuk.
kubiarkan kamu sampai akhirnya aku bisa menerimamu masuk melawan segala logikaku.
Kunikmati kehadiranmu dan aku pikir kamu pun juga menikmati.
Aku mulai terbiasa. iya bahkan sangat amat terbiasa.
Kucoba untuk menganggapmu seperti duluketika kamu belum bisa memasuki pintu itu. Tapi tak bisa, ego ini terlalu kuat dan kubiarkan berjalan sesuai dengan ritmenya.
Tuhan. Aku benar-benar mulai terbiasa. Sudah kutaruhkan namanya dalam setiap doaku. Berharap dia adalah kebutuhanku.
Tuhan. Benar-benar sudah ada namanya dalam doaku. Sudah kupertaruhkan batinku untuknya.
Tuhan. Rasa ini melampaui rasa yang lalu.
Tuhan. Jika bukan dia, aku sangat memohon untuk bantu aku mengikhlaskannya.
Tuhan. Aku menyayanginya karena-MU. Maka bantu aku juga untuk mengikhlaskannya dengan izin-MU.
31 Desember 2012.
Subscribe to:
Posts (Atom)