Pagi, siang, malam peruahannya cepat sekali. Aku yang baru bangun tiba-tiba harus tidur karena hari mulai gelap. Tapi ini bukan tentang perubahannya yang begitu cepat. Aku tak pernah terganggu dengan ini semua karena ini memang sudah suratan dari yang Maha Kuasa. Aku selalu berusaha bersyukur atas nikmatnya, termasuk perubahan pagi menjadi siang lalu malam.
Kamu tahu aku sangat mencintai pagi, tapi tak pernah melupakan siang dan malam. Karena dari pagi aku bisa melihat sinar yang begitu jujur, indah, dan tanpa syarat. Bukan aku juga mengabaikan cahaya siang, karena aku tahu cahaya siang adalah cahaya yang penuh pengorbanan. Dan malam yang hanya disinari oleh rembulan, yang bisa melupakan sedikit pengorbanan menghadapi siang.
Aku mencintai pagi seperti aku mencintai kamu, tapi aku susah menaklukan siang, dan selalu terpaku pada malam. Bukan aku mau menyerah pada siang, tapi aku ingin kita melewati siang bersama-sama. Aku menunggumu di pagi untuk kita hadapi siang bersama-sama. Tapi aku hanya bisa menunggu. Menunggumu menaklukan siangmu.
Aku selalu berdoa di pagiku untukmu, agar kau selesaikan siangmu. Tak peduli sudah berapa kali pagiku berganti, tapi aku akan berusaha menunggu pagi untukmu. :)
*terima kasih kamu yang selalu membuatku belajar untuk sabar dan ikhlas. Ik hou van je :) *
No comments:
Post a Comment