Sunday, March 20, 2011

belajar tidak melulu di sekolah bukan?

ini perjalanan saya. lebih tepatnya perjalanan kembali ke malang dari surabaya yang tak sampai 24 jam saya disana. cuma numpang tidur aja. hehehe
seperti biasa, saya selalu menggunakan alat transportasi massal yang murah meriah ini untuk pulang pergi surabaya-malang. kereta api ekonomi panataran menjadi teman perjalanan terbaik saya. hanya dengan 4000 rupiah sudah sampai tujuan. beruntung kalau dapat kursi, tapi nggak usah manyun kalu nggak dapat, justru disitu sensasinya. hehehe

oke dimulai dari rumah, ya saya selalu terburu-buru pergi stasiun. dan selalu tiba di stasiun saat kereta beberapa detik lagi akan berangkat. biasanya saya selalu naik dari stasiun semut, tapi lain dengan hari ini. karena kebiasaan mepet saya sudah hampir bikin jengkel orang serumah akhirnya saya diarahkan naik kereta dari stasiun gubeng oleh tante saya.

stasiun gubeng
sampai stasiun langsung beli tiket dan pas nyampe stasiun ternyata bebarengan sama kereta api sancaka arah jogjakarta yang akan segera berangkat. karena udah pegang tiket saya memutuskan untuk masuk saja dan menunggu di dalam. tapi ternyata ditahan oleh petugas peron karena KA Sancaka perlahan berangkat.
tiba-tiba ada bapak-bapak yang baru membeli tiket peron agar bisa masuk stasiun, tapi sama seperti saya bapak-bapak itu ditahan untuk masuk. tapi ternyata bapak itu kurang sabar dan mendorong petugas peron agar membuka pagarnya, entah apa motif bapak itu. kalau dari alasan bapak itu karena dia mau ketemu istrinya yang ada di KA Sancaka, tapi lho keretanya udah jalan, percuma kan. petugas peron pun didorong sampai pagar itu membuka dan melempar tiket peron pada muka petugas peron sambil mengata-ngatai petugasnya. sebenarnya kasian lihat petugasnya diperlakukan seperti itu.
setelah bapak-bapak yang ingin ketemu istrinya ada lagi bapak-bapak yang bernasib sama seperti saya yang ditahan petugas peron untuk masuk. bapak-bapak ini ingin masuk karena mau ngasih barang ke sesorang yang ada dalam KA Sanaka. tapi berbeda dengan bapak-bapak yang tadi, bapak-bapak pengantar barang ini lebih sabar, dia hanya bisa tersenyum saat ditahan masuk, dan makin tersenyum saat kereta perlahan meninggalkan stasiun.
ya dua bapak-bapak dengan tujuan yang kurang lebih sama tapi memiliki caara sendiri dalam menghadapi situasi. saya lebih suka dengan sikap bapak-bapak yang kedua. tapi saya tidak menyalahkan bapak-bapak yang pertama, karena kembali lagi sifat manusia itu tidak sama.
pelajaran pertama sore ini, bersabarlah.

saat menunggu kereta datang
cuma mengotak-atik hp. sms orang rumah dan teman-teman. dan yang sering saya lakukan adalah melihat-lihat ekspresi orang-orang yang sedang menunggu datangnya kereta. dan setelah cukup lama mengamati mereka, dan melihat jam harusnya KA Penataran sudah waktunya datang dan ternyata benar dari informasi yang ada kereta akan memasuki jalur 1. saat kereta makin mendekat, entah apa yang ada di pikiran ibu ini, dia malah mengajak anaknya berlari melewati jalur 1 dengan kedua anaknya. ibu dan anak lelakinya berhasil menyebrangi, tapi hampir saja anak perempuannya yang akan menyebrangi jalur itu tertabrak. beruntungnya petugas keamanan dan orang-orang yang dekat dengan anak itu cepat dan tanggap dengan situasi itu.
ya pelajaran kedua sore ini adalah, tetap berhati-hati dimanapun kamu berada.

di dalam kereta
sudah bisa diduga kalau tidak akan mendapat tempat duduk kalau naik dari stasiun gubeng. tapi tak masalah, seperti yang saya tulis di awal tadi bahwa disitulah sensasinya. awalnya tenang-tenang saja saya menikmati posisi saya, tapi makin lama makin penuh dan makin berebut mendapatkan oksigen. dengan situasi seperti itu pedagang asongan masih aktif menjajakan dagangannya. sampai pada akhirnya ketika kereta benar-benar penuh dan pedagangan asongan juga masih aktif bergerilya ada salah satu pedagang yang merasa jalannya dihalangi oleh salah satu penumpang.awalnya pedagang itu meminta dengan sopan agar penumpang itu pindah, tapi bagaimana bisa pindah kalau untuk bergerak saja sudah susah. tapi karena situas saat itu benar-benar sumpek sehinnga mudah sekali bagi seseornag untuk tersulut emosiny. akhirnya bapak pedagang tadi menarik penumpang itu sampai terjatuh. kasian sekali penumpang itu.
pelajaran ketiga sore ini, jaga emosi dimanapun dan kapanpun itu.

tiba di stasiun blimbing
akhirnya perjalanan ini menemukan pemberhentiannya. dengan situasi kereta yang penuh itu untuk keluar saja sangat susah dan butuh sedikit pengorbanan (re;senggo kanan kiri biar dikasih jalan). dan bertemulah pada pintu seperti menemukan oase di tengah padang pasir. dan turunlah saya. alhamdulillah
pelajaran keempat sore ini, setiap sesuatu yang kita inginkan pasti butuh perjuangan dan pengorbanan.


itulah kenapa saya sangat suka naik KA Penataran ini. belajar kehidupan langsung dari aktor-aktor yang sangat natural dengan skenario hidup yang dituliskan Tuhan. belajar tidak melulu di sekolah bukan?

3 comments:

  1. naik kereta ekonomi klo beruntung dapet jodoh juga hahahah

    ReplyDelete
  2. yahhh dia curcoll hahaahahahahah

    ReplyDelete
  3. iye nih mentang2 berawal dari matar. huh

    ReplyDelete